jaringan jaringan pada sel
Jaringan hewan merupakan sekumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk serta fungsi sama sehingga membentuk jaringan.
Seperti diketahui, hewan merupakan organisme bersel banyak atau multiseluler. Sel-sel yang berkelompok tersebut mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dalam tubuh hewan.
BACA JUGA
Sementara itu, ada juga jaringan pada hewan dengan bentuk khusus yang memungkinkan sel-sel di dalamnya melakukan fungsi yang spesifik.
Jaringan pada hewan dibagi menjadi empat jenis. Keempat jaringan yang ada pada hewan tersebut ialah jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat serta jaringan saraf.
Berikut ini penjelasan tentang macam-macam jaringan pada hewan dan fungsinya yang perlu diketahui, seperti dilansir dari emodul.kemdikbud.go.id, Selasa (30/11/2021).
1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan sebuah jaringan yang dibentuk oleh lapisan sel-sel untuk menutupi maupun melapisi organ. Hal tersebut berfungsi untuk melindungi organ sebagai penyerapan dan sekresi.
Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan epitel dibagi menjadi tiga, yaitu epitel pipih, epitel batang, dan epitel kubus.
Epitel pipih
Berbentuk seperti lapisan pipih, nukleusnya bulat, dan terletak di tengah. Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel dibagi menjadi dua jenis, yaitu epitel pipih selapis dan epitel banyak lapis.
Epitel batang (silindris)
Epitel batang mempunyai bentuk seperti batang, nukleusnya bulat, dan terletak di dasar sel. Epitel batang terdiri dari dari dua jenis, yakni epitel silindris selapis dan epitel silindris banyak lapis.
Epitel kubus
Epitel kubus berbentuk seperti kubus, nukleusnya bulat, besar, dan terletak di tengah. Epitel kubus terdiri dari dua jenis epitel, yaitu epitel kubus selapis dan epitel kubus banyak lapis.
2. Jaringan Otot
Jaringan otot merupakan jenis jaringan yang berisi sel-sel serta serat yang berfungsi sama, yaitu membentuk otot dan membantu proses pergerakan rangka manusia serta organ-organ di dalamnya.
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Adanya kemampuan tersebut disebabkan jaringan otot mampu berkontraksi.
Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek. Jaringan otot dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu jaringan otot polos, jaringan otot lurik, dan jaringan otot jantung.
3. Jaringan Pengikat
Jaringan pengikat merupakan jenis jaringan pada hewan yang berfungsi mengikat antarjaringan tubuh. Hal itu berperan untuk menjaga suhu tubuh.
Jaringan ini terdiri dari bahan interseluler di antara sel-selnya yang disebut dengan matrik. Matrik berbentuk serat-serat di mana tidak teratur bentuknya.
Fungsi utama jaringan pengikat adalah untuk mengikat dan menopang jaringan-jaringan lainnya. Jaringan pengikat mempunyai kerapatan sel yang longgar dan sel-selnya tersebar di antara matriks-matriks ekstraseluler.
4. Jaringan Saraf
Jaringan saraf merupakan jenis jaringan untuk menerima rangsang. Tak hanya itu, jaringan saraf juga berfungsi untuk mengatur aktivitas otot.
Saraf begitu peka terhadap keadaan sekitarnya sehingga jaringan saraf akan mengendalikan otot hewan untuk dapat bergerak. Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron.
Tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit, dan cabang akson. Cabang-cabang tersebut yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf.
Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf. Perlu diketahui, terdapat tiga macam sel saraf, yakni:
Sel Saraf Sensorik
Sel saraf sensorik berfungsi mengantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.
Sel Saraf Motorik
Sel saraf motorik berfungsi mengantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
Sel Saraf Penghubung
Sel saraf penghubung merupakan jenis sel saraf yang menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain
sumber:Kemdikbud
sumber:https://www.bola.com/ragam/read/4724111/macam-macam-jaringan-pada-hewan-dan-fungsinya
Apa kamu tahu kenapa pohon bisa bertambah besar dan tinggi? Hal itu dikarenakan sel-sel yang terus aktif membelah diri. Sel-sel ini kemudian akan berkumpul dan apabila mempunyai bentuk, struktur, dan fungsi yang sama, akan menjadi sebuah jaringan. Nah, kalau begitu, sekarang pertanyaannya berubah: apa saja jaringan pada tumbuhan? Cari jawabannya di bawah ini yuk!
Sebelumnya, kamu harus tahu dulu nih, apa sih jaringan itu. Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur yang sama. Terdapat 5 macam jaringan pada tumbuhan, yaitu sebagai berikut.
1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri. Jaringan ini terletak di ujung akar dan ujung batang. Jaringan ini dapat meregang, membesar, dan berdiferensiasi menjadi jaringan lainnya ketika dewasa. Berdasarkan lokasinya, jaringan meristem terdiri dari 3 macam, yaitu apikal (ujung), lateral (samping), dan interkalar (ruas).

2. Jaringan Penyokong
Seperti namanya, jaringan penyokong berfungsi sebagai penguat/penyokong tumbuhan. Dindingnya tebal dan akan berhenti melakukan pembelahan ketika sudah mencapai usia dewasa. Contoh dari jaringan penyokong adalah kolenkim dan sklerenkim.
3. Jaringan Dasar
Jaringan dasar disebut juga jaringan parenkim. Jaringan inilah yang mengisi ruang antarjaringan. Jaringan ini terdapat di semua bagian tubuh tanaman, seperti batang, akar, dan daun. Jaringan parenkim yang berada di daun yaitu mesofil (palisade dan spons) di mana banyak mengandung kloroplas.

Baca juga: Struktur dan Fungsi Jaringan Ikat pada Manusia
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut/pembuluh adalah jaringan yang berfungsi untuk proses pengangkutan zat-zat yang ada di dalam tumbuhan. Terdiri dari pembuluh xilem dan floem. Wah, apa itu xilem dan floem? Xilem adalah pembuluh yang mengantarkan hasil air dan mineral dari akar ke daun. Sementara, floem adalah pembuluh yang mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh permukaan tubuh tumbuhan.
5. Jaringan Pelindung
Jaringan ini disebut juga epidermis. Berada di lapisan terluar dan fungsinya untuk melindungi permukaan tumbuhan. Jaringan pelindung tersusun atas sel-sel yang menutup seluruh permukaan dengan rapat. Tidak cuma itu teman, ada satu kelebihan khusus dari epidermis ini. Jaringan epidermis bisa mencegah penguapan yang berlebihan dengan membentuk lapisan lilin anti air (kutikula).

Wah, ternyata ada beragam jenis jaringan pada tumbuhan, ya? Semuanya mempunyai peran dan fungsinya masing-masing.
Sumber:https://www.ruangguru.com/blog/5-jenis-jaringan-pada-tumbuhan-beserta-fungsinya
Komentar
Posting Komentar